Anda Kesulitan Olah Data?

DAFTAR ISI

Piramida Terpancung

Alat yang digunakan :

a.    Pensil
b.    Penggaris
c.    Spidol
d.   Gergaji Kayu
e.    Palu
f.     Tang
g.    Cutter
h.    Mesin bor kayu

Bahan
bahan yang digunakan

a.    Triplek Melamin Putih
b.    Kayu
c.    Sekrup & mur baut
d.   Perekat
e.    Lem kayu
f.     Amplas
g.    Besi pengait
h.    Cat kayu hitam




ukuran

60cm x 60cm
200 cm x 1cm
3mm
   100 cm x 5 cm
1 buah
3 buah
16 buah
1 botol kecil

Cara Pembuatan
1.      Pembuatan rangka limas persegi:
a.       Siapkan alat dan bahan seperti yang telah diuraikan di atas.
b.      Potong kayu dengan panjang 50 cm sebanyak 4 buah, 60 cm sebanyak 4 buah dan 30 cm sebanyak 4 buah.
c.       Potong kayu 50 cm pada titik 1 cm ke ujung salah satu titik pojoknya, lakukan pada bagian atas dan bagian bawahnya.
d.      Ambil 2 buah kayu 30 cm lalu potong menjadi dua sama tebal, kemudian potong bagian kedua ujungnya 1 cm secara miring.
e.       Susun kerangka dengan sekrup.

2.      Pembuatan dinding limas persegi:
a.       Potong triplek sesuai ukuran kerangka kayu yang dibuat tadi, kemudian potong kembali triplek sesuai dengan kerangka segitiga kecil yang ada di atas.
b.      Tempelkan triplek pada kerangka dengan menggunakan sekrup, dimana triplek telah dipasangi pengait.

3.      Pemasangan perekat dan penulisan rumus
a.       Pasang perekat pada semua dinding pintu segitiga kecil lalu dituliskan rumus volume dan luas segitiga pada 2 dinding yang berbentuk segitiga.
b.      Lalu pasang perekat pada bagian triplek alas yang menjadi tempat pembuktian rumus luas permukaan limas.

Cara Penggunaan
1.      Menunjukkan sebuah bangun limas persegi.
2.      Ambil kerangka limas kecil yang terdapat pada keseluruhan limas dan jelaskan bahwa itu adalah potongan dari limas terpancung.
3.      Ambil dinding ketiga dan jelaskan rumus volume limas yang tertera pada dinding.
4.      Lepas semua sisi dinding pada potongan bangun limas kecil kemudian susun menjadi sebuah jaring-jaring limas.
5.      Tempelkan bagian dari jaring-jaring tersebut pada triplek yang telah dilepas pada alas bangun yang telah terpancung.
6.      Bersama siswa cari tahu luas bangun yang diperoleh dari susunan sisi dinding pada langkah ke 5, yang sebenarnya merupakan luas permukaan limas persegi.
7.      Buka dinding pada bangun yang telah terpancung, tunjukkan rumus bangun terpancung tersebut.


Alat yang digunakan :

a.    Pensil
b.    Penggaris
c.    Spidol
d.   Gergaji Kayu
e.    Palu
f.     Tang
g.    Cutter
h.    Mesin bor kayu

Bahan
bahan yang digunakan

a.    Triplek Melamin Putih
b.    Kayu
c.    Sekrup & mur baut
d.   Perekat
e.    Lem kayu
f.     Amplas
g.    Besi pengait
h.    Cat kayu hitam




ukuran

60cm x 60cm
200 cm x 1cm
3mm
   100 cm x 5 cm
1 buah
3 buah
16 buah
1 botol kecil

Cara Pembuatan
1.      Pembuatan rangka limas persegi:
a.       Siapkan alat dan bahan seperti yang telah diuraikan di atas.
b.      Potong kayu dengan panjang 50 cm sebanyak 4 buah, 60 cm sebanyak 4 buah dan 30 cm sebanyak 4 buah.
c.       Potong kayu 50 cm pada titik 1 cm ke ujung salah satu titik pojoknya, lakukan pada bagian atas dan bagian bawahnya.
d.      Ambil 2 buah kayu 30 cm lalu potong menjadi dua sama tebal, kemudian potong bagian kedua ujungnya 1 cm secara miring.
e.       Susun kerangka dengan sekrup.

2.      Pembuatan dinding limas persegi:
a.       Potong triplek sesuai ukuran kerangka kayu yang dibuat tadi, kemudian potong kembali triplek sesuai dengan kerangka segitiga kecil yang ada di atas.
b.      Tempelkan triplek pada kerangka dengan menggunakan sekrup, dimana triplek telah dipasangi pengait.

3.      Pemasangan perekat dan penulisan rumus
a.       Pasang perekat pada semua dinding pintu segitiga kecil lalu dituliskan rumus volume dan luas segitiga pada 2 dinding yang berbentuk segitiga.
b.      Lalu pasang perekat pada bagian triplek alas yang menjadi tempat pembuktian rumus luas permukaan limas.

Cara Penggunaan
1.      Menunjukkan sebuah bangun limas persegi.
2.      Ambil kerangka limas kecil yang terdapat pada keseluruhan limas dan jelaskan bahwa itu adalah potongan dari limas terpancung.
3.      Ambil dinding ketiga dan jelaskan rumus volume limas yang tertera pada dinding.
4.      Lepas semua sisi dinding pada potongan bangun limas kecil kemudian susun menjadi sebuah jaring-jaring limas.
5.      Tempelkan bagian dari jaring-jaring tersebut pada triplek yang telah dilepas pada alas bangun yang telah terpancung.
6.      Bersama siswa cari tahu luas bangun yang diperoleh dari susunan sisi dinding pada langkah ke 5, yang sebenarnya merupakan luas permukaan limas persegi.
7.      Buka dinding pada bangun yang telah terpancung, tunjukkan rumus bangun terpancung tersebut.


Detail Alat

Kesebangunan Dan Sudut

Alat
a.       Gergaji
b.      Spidol Hitam
c.       Palu
d.      Pengaris
e.       Gunting
f.       Pensil
g.      Meteran
h.      Cutter
i.        Pisau
j.        Kuas
k.      Palet
Bahan
l.        Triplek                                 
m.    Melamin     
n.      Lem fox     
o.      List alumunium                  
p.      Kayu
q.      Paku
r.       Alteco
s.       Cat hitam   
t.        Perekat 1 meter
u.      Kain flanel
v.      Miniatur pohon


100 cm x 80 cm

100 cm x 80 cm


360 cm

700 cm x 3 cm x 1 cm

2 cm ( 1 ons )

Cara Pembuatan
1.      Menyiapkan seluruh alat-alat yang akan digunakan.
2.      Menyiapkan seluruh  bahan - bahan yang akan digunakan.
3.      Memotong triplek melamin sesuai ukuran (100 cm x 80 cm).
4.      Memotong kayu sesuai ukuran yang dibutuhkan.
5.      Memasangkan kayu pada tepi melamin dengan ukuran yang telah ditentukan.
6.      Memasang papan kayu di bawah depan papan melamin untuk meletakkan miniatur pohon
7.      Menggambar desain rumah pada papan melamin yang atapnya dibentuk dari garis-garis yang sejajar.
8.      Memotong kain flanel menjadi potongan-potangan kecil seperti garis kemudian tempelkan pada desain rumah yang telah di gambar.
9.      Memotong kain flanel menjadi bentuk huruf besar untuk membuat judul.
10.  Memotong kain flanel yang berukuran sama dengan sudut yang akan digunakan, kemudian menempelnya dengan perekat agar mudah di pindahkan ke sudut yang lain.
11.  Memotong kain flanel menjadi bentuk huruf dan angka kecil-kecil untuk di tempelkan pada desain rumah sebagai keterangan sudut-sudutnya dan ditempelkan pada setiap lubang pada miniatur pohon untuk mengetahui jarak antar miniatur pohon.
12.  Memasangi list pada pinggiran melamin agar rapi dan ujung-ujung melamin tidak tajam sehingga dapat melukai orang dalam penggunaannya.
13.  Mengecat papan kayu yg ada di bawah depan papan melamin, lalu membuat lubang-lubang dengan ukuran tertentu untuk meletakkan miniatur pohon.
14.  Membuat miniatur pohon.
15.  Meletakkan miniatur pohon di lubang yang telah disediakan dan dihubungkan dengan tali sehingga terbentuk sebuah segitiga yang dapat digunakan untuk menjelaskan kesebangunan.
16.  Finishing yaitu pengecekan semua bahan apakah sudah terpasang secara baik dan benar.
17.  Alat peraga kesebangunan dan sudut siap untuk digunakan.

Cara Penggunaan
1.      Mempersilakan siswa untuk mengamati gambar rumah.
2.      Kemudian guru memberi penjelasan tentang gambar rumah tersebut sebagai hubungan antar sudut. Jadi pandangan siswa diajak untuk melihat struktur genting yang ada keterangan huruf P dan Q
3.      Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa diminta untuk menunjukkan mana sudut yang sehadap, dalam sepihak, luar sepihak, dalam bersebrangan, luar bersebrangan, dan bertolak belaang dengan menempelkan perekat ke sudut yang telah disediakan.
4.      Siswa diminta mengamati miniatur pohon , dimana letaknya berada di bawah depan yang membentuk suatu segitiga. Dimana untuk sisi miring adalah sebuah tali.
5.      Kemudian guru menjalaskan bagaimana segitiga dapat dikatakan sebangun berdasarkan konsep kesebangunan, dengan cara mengaplikasikannya dengan soal yang realistis.



Alat
a.       Gergaji
b.      Spidol Hitam
c.       Palu
d.      Pengaris
e.       Gunting
f.       Pensil
g.      Meteran
h.      Cutter
i.        Pisau
j.        Kuas
k.      Palet
Bahan
l.        Triplek                                 
m.    Melamin     
n.      Lem fox     
o.      List alumunium                  
p.      Kayu
q.      Paku
r.       Alteco
s.       Cat hitam   
t.        Perekat 1 meter
u.      Kain flanel
v.      Miniatur pohon


100 cm x 80 cm

100 cm x 80 cm


360 cm

700 cm x 3 cm x 1 cm

2 cm ( 1 ons )

Cara Pembuatan
1.      Menyiapkan seluruh alat-alat yang akan digunakan.
2.      Menyiapkan seluruh  bahan - bahan yang akan digunakan.
3.      Memotong triplek melamin sesuai ukuran (100 cm x 80 cm).
4.      Memotong kayu sesuai ukuran yang dibutuhkan.
5.      Memasangkan kayu pada tepi melamin dengan ukuran yang telah ditentukan.
6.      Memasang papan kayu di bawah depan papan melamin untuk meletakkan miniatur pohon
7.      Menggambar desain rumah pada papan melamin yang atapnya dibentuk dari garis-garis yang sejajar.
8.      Memotong kain flanel menjadi potongan-potangan kecil seperti garis kemudian tempelkan pada desain rumah yang telah di gambar.
9.      Memotong kain flanel menjadi bentuk huruf besar untuk membuat judul.
10.  Memotong kain flanel yang berukuran sama dengan sudut yang akan digunakan, kemudian menempelnya dengan perekat agar mudah di pindahkan ke sudut yang lain.
11.  Memotong kain flanel menjadi bentuk huruf dan angka kecil-kecil untuk di tempelkan pada desain rumah sebagai keterangan sudut-sudutnya dan ditempelkan pada setiap lubang pada miniatur pohon untuk mengetahui jarak antar miniatur pohon.
12.  Memasangi list pada pinggiran melamin agar rapi dan ujung-ujung melamin tidak tajam sehingga dapat melukai orang dalam penggunaannya.
13.  Mengecat papan kayu yg ada di bawah depan papan melamin, lalu membuat lubang-lubang dengan ukuran tertentu untuk meletakkan miniatur pohon.
14.  Membuat miniatur pohon.
15.  Meletakkan miniatur pohon di lubang yang telah disediakan dan dihubungkan dengan tali sehingga terbentuk sebuah segitiga yang dapat digunakan untuk menjelaskan kesebangunan.
16.  Finishing yaitu pengecekan semua bahan apakah sudah terpasang secara baik dan benar.
17.  Alat peraga kesebangunan dan sudut siap untuk digunakan.

Cara Penggunaan
1.      Mempersilakan siswa untuk mengamati gambar rumah.
2.      Kemudian guru memberi penjelasan tentang gambar rumah tersebut sebagai hubungan antar sudut. Jadi pandangan siswa diajak untuk melihat struktur genting yang ada keterangan huruf P dan Q
3.      Setelah mendengarkan penjelasan dari guru, siswa diminta untuk menunjukkan mana sudut yang sehadap, dalam sepihak, luar sepihak, dalam bersebrangan, luar bersebrangan, dan bertolak belaang dengan menempelkan perekat ke sudut yang telah disediakan.
4.      Siswa diminta mengamati miniatur pohon , dimana letaknya berada di bawah depan yang membentuk suatu segitiga. Dimana untuk sisi miring adalah sebuah tali.
5.      Kemudian guru menjalaskan bagaimana segitiga dapat dikatakan sebangun berdasarkan konsep kesebangunan, dengan cara mengaplikasikannya dengan soal yang realistis.



Detail Alat

Perkalian Matriks

Alat :
a)      Gergaji Besar
b)     Gergaji Kecil
c)      Spidol
d)     Palu
e)      Pengaris angka
f)       Gunting
g)      Soldier
h)     tenol
i)        Bor
j)       Meteran
k)     Mistar
l)        Pisau
j)    Gergaji triplek

Bahan
a)    Kertas HVS
b)    Seng
c)    Magnet
d)   List alumunium
e)    Lampu led
f)     Melamin
g)    Triplek
h)    Adaptor
i)      Kabel (5 meter)
j)      Kayu (4 buah)
k)    Saklar (1 buah)
l)      Paku
m)  Lem
n)    Spidol
o)    moor




5 lembar
12 buah
24 buah
100 x 80 cm
24 = 8 merah, 8 kuning, 8 biru
100cm x 80 cm
2 buah
1 buah
5 meter
4 buah
1 buah

Cara Pembuatan
1.      Menyiapkan seluruh alat-alat yang akan digunakan.
2.      Menyiapkan seluruh bahan - bahan yang akan digunakan
3.      Memotong triplek dengan ukuran 100 cm x 80 cm
4.      Membuat desain gambar sesuai rencana pada triplek yang telah dipotong.
5.      Melubangi  triplek untuk penghantar arus listrik dan memasang lampu.
6.      Memasang rangka kayu pada triplek.
7.      Memasang kawat (penghantar arus listrik) dan lampu pada triplek yang telah dilubangi.
8.      Memasang dan merangkai komponen kabel dan adaptor pada rangka triplek.
9.      Memotong sisa-sisa triplek untuk papan angka.
10.  Menempelkan kertas untuk finising pada bagian depan alat peraga.
11.  Menutup bagian belakang alat peraga.
12.     Alat peraga “Kemilau Matriks” siap untuk digunakan.

Cara Penggunaan
1.      Mendeskripsikan konsep operasi perkalian matriks.
2.      Mendeskripsikan konsep operasi perkalian dua matriks
Untuk lebih memudahkan siswa dalam belajar perkalian matriks, penyampaian materi dilakukan menggunakan media belajar.
Petunjukkerja:
1.      Hubungkan alat peraga dengan arus listrik.
2.      Nyalakan saklar dalam posisi ON.
3.      Tempelkan soal yang akan di jalankan dengan ordo yang diinginkan berbatas 2x3 dan 3x2.
4.      Jalankan rumus yang anda ketahui berkaitan dengan perkalian matriks
Perkalian matriks benar apabila kedua lampu pada kolom hasil menyala .
Keterangan :
Bilangan yang ditempatkan di kolom hasil harus sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matris A. Dan bilangan yang ditempatkan dikolom hasil harus sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matriks B. dan begitu seterusnya.
Perkalian matriks salah apabila salah satu lampu pada kolom hasil tidak menyala .
Keterangan :
Bilangan yang ditempatkan di kolom hasil tidak sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matris A. Dan bilangan yang ditempatkan dikolom hasil tidak sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matriks B. dan begitu seterusnya




Alat :
a)      Gergaji Besar
b)     Gergaji Kecil
c)      Spidol
d)     Palu
e)      Pengaris angka
f)       Gunting
g)      Soldier
h)     tenol
i)        Bor
j)       Meteran
k)     Mistar
l)        Pisau
j)    Gergaji triplek

Bahan
a)    Kertas HVS
b)    Seng
c)    Magnet
d)   List alumunium
e)    Lampu led
f)     Melamin
g)    Triplek
h)    Adaptor
i)      Kabel (5 meter)
j)      Kayu (4 buah)
k)    Saklar (1 buah)
l)      Paku
m)  Lem
n)    Spidol
o)    moor




5 lembar
12 buah
24 buah
100 x 80 cm
24 = 8 merah, 8 kuning, 8 biru
100cm x 80 cm
2 buah
1 buah
5 meter
4 buah
1 buah

Cara Pembuatan
1.      Menyiapkan seluruh alat-alat yang akan digunakan.
2.      Menyiapkan seluruh bahan - bahan yang akan digunakan
3.      Memotong triplek dengan ukuran 100 cm x 80 cm
4.      Membuat desain gambar sesuai rencana pada triplek yang telah dipotong.
5.      Melubangi  triplek untuk penghantar arus listrik dan memasang lampu.
6.      Memasang rangka kayu pada triplek.
7.      Memasang kawat (penghantar arus listrik) dan lampu pada triplek yang telah dilubangi.
8.      Memasang dan merangkai komponen kabel dan adaptor pada rangka triplek.
9.      Memotong sisa-sisa triplek untuk papan angka.
10.  Menempelkan kertas untuk finising pada bagian depan alat peraga.
11.  Menutup bagian belakang alat peraga.
12.     Alat peraga “Kemilau Matriks” siap untuk digunakan.

Cara Penggunaan
1.      Mendeskripsikan konsep operasi perkalian matriks.
2.      Mendeskripsikan konsep operasi perkalian dua matriks
Untuk lebih memudahkan siswa dalam belajar perkalian matriks, penyampaian materi dilakukan menggunakan media belajar.
Petunjukkerja:
1.      Hubungkan alat peraga dengan arus listrik.
2.      Nyalakan saklar dalam posisi ON.
3.      Tempelkan soal yang akan di jalankan dengan ordo yang diinginkan berbatas 2x3 dan 3x2.
4.      Jalankan rumus yang anda ketahui berkaitan dengan perkalian matriks
Perkalian matriks benar apabila kedua lampu pada kolom hasil menyala .
Keterangan :
Bilangan yang ditempatkan di kolom hasil harus sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matris A. Dan bilangan yang ditempatkan dikolom hasil harus sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matriks B. dan begitu seterusnya.
Perkalian matriks salah apabila salah satu lampu pada kolom hasil tidak menyala .
Keterangan :
Bilangan yang ditempatkan di kolom hasil tidak sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matris A. Dan bilangan yang ditempatkan dikolom hasil tidak sama dengan bilangan yang ditempatkan dikolom 1 baris 1 pada matriks B. dan begitu seterusnya




Detail Alat